SAMSARA MENURUT BALI
Samsara merupakan siklus kelahiran kembali yang berulang-ulang. Kita sebagai manusia pada hakikatnya tidak hanya hidup sekali saja di dunia ini, tetapi sesungguhnya kita telah mengalami berjuta-juta kali kelahiran di dunia.
Adapun faktor yang menyebabkan terjadinya samsara pada manusia yaitu:
A. Pikiran ( Manacika)
Yang
berarti berpikir suci atau berpikir yang benar. Karena pikiran yang mengundang
sifat dan seluruh organ tubuh untuk melakukan sesuatu. Maka ada baiknya jika
pikiran kita selalu bersih dan selalu berpikir positif. Tetapi jika pikiran tidak bisa dikontrol meraja lela menguasai kita, maka akan minmbulkan pikiran yang negatif dan kotor sehingga hal itu lah yang menyebabkan adanya samsara atau lahir kembali sebagai pertanggung jawaban atas masih adanya pikiran kotor di dalam diri kita.
B. Perkataan (Wacika)
Yang
berarti berkata yang benar, maka baiknyalah kita di dalam kehidupan sehari –
hari sebaiknya berkata yang benar ,tidak menyingguang ataupun menghina dan
mencaci orang lain. Samsara dipengaruhi oleh perkataan yang melukai orang lain, perkataan yang menghina orang lain, menghujat orang lain atau bahkan kata-kata provokatif yang menimbulkan perpecahan.
C. Kayika
Yang
berarti perbuatan atau prilaku suci atau berprilaku yang benar, dimana
perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh di dalam diri
manusia. Maka sebaiknyalah kita berprilaku yang baik demi terciptanya hubungan
yang harmonis antara sesama manusia. Tetapi jika prilaku kita selalu menyakiti orang lain baik manusia hewan atau tumbuh-tumbuhan seluruh ciptaan Tuhan Yang Maha Esa maka hal itu juga menyembabkan samsara atau kelahiran lagi.
KEMATIAN ITU PASTI
Setiap mahkluk hidup pasti akan menemui ajal kematian di dunia ini. kematian itu suatu saat pasti akan datang. kematian akan datang pada siapapun tidak pandanag bulu baik kaya miskin, pintar bodoh, baik jahat, tinggi pendek, cantik jelek, dan lain-lain.
Dalam Hukum alam yang mutlak terdapat terdapat tiga hal yang utama yaitu: uttpeti (tercipta), stithi (keberadaan), dan pralina (penghancuraun). Jika segala sesuatu yang tercipta pasti akan berada dan setelah keberadaan itu pasti ada penghancuran atau binasa. Oleh karena itu, ada awal, ada pertengahan, dan selalu ada akhir itulah hukum mutlak alam semesta.
Setelah mengetahui akan hal tersebut mengenai akan kematian, akan samsara patutlah selalu berbenah diri untuk mempersiapkan akhir hidup yang jauh lebih baik.
Komentar
Posting Komentar